WP Info

CATATAN HARIAN ANAK DESA

Motivasi Menulis

Penjelasan Logo OMK Stasi Lewoblolong

Logo merupakan suatu gambar atau sekadar sketsa dengan arti tertentu, dan mewakili suatu arti dari perusahaan, daerah, organisasi, produk, negara, lembaga, dan lain sebagainya. Hal lain dari logo itu membutuhkan sesuatu yang singkat dan mudah diingat sebagai pengganti dari nama sebenarnya. Logo seringkali ditujukan kepada suatu ciri khas atau sebuah tanda pasti pada sebuah perusahaan ataupun pada sebuah komunitas. Dengan adanya logo, akan mudah bagi orang lain untuk mengenali sebuah perusahaan atau organisasi tersebut. 

Ada sebuah organisasi anak muda gereja katolik yang menamakan diri OMK Santo Paulus Stasi Lewoblolong. Organisasi ini telah membuat sebuah Logo yang akan dipakai selama organsasi ini berjalan. (Stasi adalah sebuah istilah kewilayahan dalam gereja katolik atau dalam bidang pemerintahan bernama Desa). Logo ini dibuat bermula dari pangamatan Seksi Pendidikan Generasi Muda (PGM) Stasi lewoblolong akan kebutuhan sebuah tanda untuk membedakan organisasi ini dengan organisasi sejenis di Stasi Lain. Seksi PGM saat ini memandang perlu dibuatnya sebuah lambang untuk menjelaskan tentang organisasi serta filosofi yang dianut oleh seluruh anggota organisasi. Oleh karena itu, Setelah menjalin komunikasi dengan salah satu putra asal stasi lewoblolong yang juga adalah OMK yang berada di kota Yogyakarta, maka terciptalah lambang OMK Stasi Lewoblolong dengan gambar juga penjelasannya dibawah ini.




Penjelasan Setiap Unsur Dalam Logo :

Siluet Manusia atu Orang Sedang Melompat . Menggambarkan Orang Muda Katolik dengan jiwa muda yang penuh semangat, penuh sukacita dan energik. Hendaklah Orang Muda menggunakan semngat enerjiknya untuk selalu melayani Tuhan dan sesama





Kitab Suci Injil berisi sabda Allah, merupakan nyawah dari iman kita. Siluet ini kiranya menjadi motivasi bagi Orang Muda untuk membaca, merenungkan dan mengamalkan sabda Tuhan. Ini juga menjadi simbol bahwa Orang Muda Katolik harus menjadi Injil yang hidup melalui setiap kata dan perbuatan, agar semua orang dapat mengenal Yesus dalam diri Orang Muda Katolik.

Salib Kristus adalah lambang Cinta dan Pengorbanan tanpa pamri. Kristus adalah Tuhan, Guru, Sahabat, juga teladan iman bagi Orang Muda Katolik. Mengikuti Kristus harus siap menyangkal diri dan memikul salib. Siluet ini menggambarkan 4 orang menggotong atau mengangkat salib. 
Orang Muda katolik dengan jiwa muda yang penuh semangat, siap bahu membahu memikul salib mengikuti Yesus sang Guru, dengan meneladani semangat pewartaan St. Paulus berani menjadi Injil yang hidup agar semakin banyak orang yang sungguh-sungguh mengenal dan mengimani Yesus Kristus.



Sesuai urutan penjelasan di atas, maka Orang Muda harus terlebih dahulu hidup meneladani Yesus, agar bisa menularkannya kepada orang lain. Jadi, Logo ini bukan saja untuk menunjukkan kepada dunia tentang siapa itu Orang Muda katolik, tapi juga menjadi cermin atau pedoman hidup bagi Orang Muda Stasi Lewoblolong itu sendiri.


Penjelasan Duc In Altum

Duc in Altum - Bertolaklah ke tempat yang Dalam. Inspirasi: Lukas 5:1-11 . “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Demikian Yesus bersabda kepada Simon. Sesungguhnya dalam keadaan galau seperti itu godaan untuk mengabaikan sabda Allah sungguh besar. Namun dengan iman-nya, Simon menuruti Yesus, dan hasilnya dia hampir terjungkal oleh ikan hasil tangkapan.  Sungguh besar belas kasih dan indah rencana-Nya bagi kita. Dan luar biasa refleksi iman Simon yang tidak terbuai oleh hasil duniawi. Dengan segera dia tersungkur dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.”  Bukankah Yesus datang untuk orang berdosa? Lebih dari itu, Dia telah merencanakan agar Simon Petrus menjadi Rasul yang mewartakan sabda-Nya bagi banyak manusia. “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” 

Perhatikanlah ada sesuatu yang indah ketika Petrus yang kecewa dan hendak membereskan jalanya didatangi Yesus dan meminta menolakan perahunya untuk dipakai mengajar. Setelah itu, Dia berkata kepada Petrus; “Duc in Altum = Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu.” Petrus yang ragu karena semalaman tidak mendapatkan apa-apa, kini di hatinya ada seberkas harapan (walaupun masih samar-samar tapi ia mau percaya) sehingga ia berkata; “Telah semalaman kami bekerja dan tidak mendapatkan apa-apa, tapi karena Engkau menyuruhnya maka aku akan menebarkan jalan juga.” Dan, akhirnya banyak ikan tertangkap. Namun, akhir dari kisah ini sungguh menjadi sesuatu yang patut direnungkan; Menyadari akan kebaikan Allah yang terberi kepada dirinya tanpa memperhitungkan siapakah dia, Petrus merendahkan diri di hadapan-Nya sambil berkata; “Pergilah daripadaku Tuhan, karena aku ini seorang berdosa.” Tapi Tuhan menjawabnya; “Jangan takut! Mulai sekarang, kamu akan kujadikan penjala manusia.”

Pelajaran penting yang bisa kita renungkan dari kisah ini, dan yang telah dituangkan dala logo ini yaitu; 

1. Biarlah perahu tubuhmu dipakai oleh Tuhan untuk mewartakan cinta dan firman-Nya. Karena tubuh maupun terlebih lagi untuk jiwamu, akan mendapatkan sumber kebahagiaan karena Yesus sendiri bersemayam di sana. Dalam Logo Ini, OMK diharapkan selalu enerjik dan siap sedia melayani Gereja dan Masyarakat. Sifat dasar enerjik yan ada dalam tubuh OMK haruslah bisa dipakai dan dikontrol dengan baik sehingga tidak menimbulkan keresahan di Lingkungan masyarakat.OMK Perlu siap sedia mengambil bagian dalam tugas dan pelayanan gereja serta tanggap akan perubahan karena arus globalisasi. 
2. OMK Stasi Lewoblolong diharakan untuk menjadi Jala dan Penjala. Kata-kata dan tingkah laku kita harus bisa mewartakan kasih Yesus sehingga dapat membawa orang lain kepada Yesus . Dengan kata lain, Anyamlah jala tutur kata dan perbuatanmu dengan penuh kelembutan agar orang lain pun bisa merasakan kehangatan cinta Yesus lewat tutur dan tingkah lakumu. 
3. Dalam mewartakan kasih Allah,pasti banyak tantangan yang harus dihadapi. oleh Oleh karena itu OMK Stasi Lewoblolong diharapkan untuk saling membantu dan bekerjasama dalam mewartakan kasih Allah di tengah dunia. Saling mengingatkan bila ada yang keluar jalur, dan harus memiliki rasa kesetiakawan dan persatuan yang kokoh dalam organisasi ini. 
4. Yesus sedang menumpang di setiap tubuh anggota OMK stasi Lewobolog , maka OMK perlu mendengar suara-Nya. Harus disadari bahwa OMK telah diberi perintah oleh Yesus agar tidak pernah takut ke dunia yang luas dan dalam, karena justru di tempat yang luas dalam-lah banyak tersimpan banyak pengetahuan dan pengalaman. seperti hasil tangkapan petrus yang banyak ketika ia mengikuti perintah Yesus untuk bertolak ke tempat yang lebih dalam. 
5. OMK perlu meneladani sikap Petrus yang mengikuti perintah Tuhan untuk bertolak ke tempat yang dalam walau kondisi petrus masih dalam kebimbangan. Begitu pula dalam keseharian dan pewartaan akan kasih Allah, hendaklah anggota OMK mesti menggunakan semboyan “Duc In Altum” sebagai sebuah tameng kepercayaan diri terhadap segala tantangan yang muncul. Selalu percaya bahwa di dalam dunia yang luas,Tuhan telah menyiapkan lebih banyak ilmu dan rejeki. 

Demikian penjelasan dari Logo ini. . Untuk mengenal lebih jauh tentang desainer dari Logo ini, atau mungkin saja bermaksud untuk dibuatkan logo, silahkan klik disini. kritik dan saran dari sahabat pembaca web-blog ini sangat kami butuhkan untuk menyempurnakan pelayanan dan pewartaan kami kepada generasi muda penerus gereja dan bangsa ini. Santo Paulus dan Yesus menyertai setiap langkah kita. Salam dari Desa.

Putar Musik di Smartphone, Tapi File di Laptop. Begini Caranya…!!

Halo sobat WP Info. Selamat bertemu kembali dalam tulisan sederhana Saya kali ini. sudah 
lama tidak menerbitkan tulisan di weblog ini karena kesibukan yang lain . Okey …Tulisan yang sedang kawan baca ini bermula dari sebuah ujicoba yang sukses Saya jalankan, dan saat ini masih Saya gunakan untuk menemani menulis artikel ini. 
Kebutuhaan akan hiburan berupa musik merupakan kebutuhan yg diharapkan oleh setiap orang . Musik memang selalu memberi kesan tersendiri sehingga para penikmat musik selalu punya cara untuk selalu terhubung dengan musik walaupun sedang dalam aktivias lain dan jauh dari tempat menyimpan file musik . 

Setiap hari Saya mendengarkan musik . Kurang lebih, sehari Saya menmbutukan 5 jam lebih untuk mendengarkan musik. Entah di kantor atau di rumah Saya selalu menemani aktivitas Saya dengan mendengarkan musik via smartphone atau via laptop. Nah..pada saat mendengarkan musik di rumah, Saya selalu kesulitan untuk menjelajah dan memilih file musik yang pas dan sesuai dengan kemauan Saya, karena koleksi musik paling banyak tersimpan di hardisk laptop. Saya tidak mungkin harus berada di depan laptop untuk memilih file mp3 yg diputar sedangkan Saya harus berada di tempat usaha kios untuk melayani pembeli. Bolak balik kios dan rumah tempat menaruh laptop dan speaker pengeras suara kan capek Coy. Ini permasalahan yang Saya hadapi. Oleh Karena itu, munculah ide untuk bisa dapat menghubungkan kedua kepentingan ini. eits..tapi kalo anda berpikir bahwa solusinya adalah membeli tambah speaker dan menaruhnya di kios, maka artikel ini tidak bermanfaat, silahkan tekan tombol close dari weblog ini..Tapi kalo anda penasaran, mari lanjutkan membaca. 

Persiapan Bahan dan Alat 

1. Pastinya anda sudah punya laptop yang telah diinstal aplikasi “SHAREit” for windows. Kalau belum punya silahkan download melalui ini (www.ushareit.com).
2. Perangkat speaker aktif . (Tanpa speaker aktif pun tak jadi masalah) 
3. Sebuah smartphone yang didukung bluetooth dan wifi dan juga bisa diinstal aplikasi “SHAREit” for android. Shareit for android tersedia di Play Store 
4. Sebuah bluetooth audio external . (Kalo tidak ada juga tidak jadi masalah) 
Bluetooth eksternal hanya sekedar penghubung jarak jauh tanpa kabel dari Smartphone ke Speaker aktif apabila andaa ingin mendengar music dengan pengeras suara. Tanpa Bluetooth eksternal-pun music sudah bisa didengar di Smartphone. Harganya Cuma 50 ribu kok kawan. Semoga di kota-mu gak semahal ini yah.. 

Cara Menghubungkan Laptop, smartphone, dengan bluetooth dan speaker Aktif 

1. Hubungkan kabel monoaudio dengan bluetoth eksternal. 
2. Nyalakan Bluetotoh eksternal. bluettoth eksternal ini tanpa ada tombol daya jadi pastinya langsung On. biasanya dijual tanpa charger jadi saya mengunakan bekas charge smartphone yg berbentuk USB. kalau perangkat audio anda terdapat lubang USB, maka tancapkan saja disitu. USB dalam hal ini hanya sebagai penyalur arus listrik ke bluetooth eksternal supaya selalu On. 
3. Aktifkan Bluetooth pada smartphone, lalu hubungkan keduanya. (bluetooth eksternal dan bluetooth smartphone) 
4. Buka Aplikasi SHAREit yang terdapat pada smartphone dan juga pada laptop. 
5. Pada halaman muka SHAREit smartphone (setelah iklan) tekan tanda “empat Kotak” yang berada pada sudut kanan atas dan pilih “connect to PC” . Setelah itu SHAREit smartphone akan mencari dan mendeteksi SHAREit PC. Pilih nama ShareIt yang muncul. 
6. Setelah SHAREit PC (laptop) ditemukan dan terhubung, klik “tampilan jarak jauh” dan selanjutnya diminta persetujuan penyambungan pada SHAREit PC (laptop). Klik “Accept” pada SHAREit Laptop. Sampai pada tahap ini, kedua perangkat (smartphone dan laptop) sudah tersambung. 
7. Pilih nama Computer dan mulailah menjelajahi semua file Mp3 yang ada pada hardisk laptop. Selamat mendengarkan dan mengontrol musik mp3 dari jauh. 

Dari pengalaman ini, Saya menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 

1. Hardisk Laptop bertindak sebagai penyedia data atau file yang dapat dilihat dan didownload oleh perangkat mobile smartphone menggunakan SHAREit. 
2. Smartphone bertindak sebagai pusat kendali, sehinga semua file yang tersimpan dalam hardisk laptop akan terlihat di smartphone. 
3. Hanya file Mp3 yang bisa diputar langsung tanpa perlu didownload . tipe file berupa video akan diminta untuk mendownload dahulu dari laptop sebelum dilihat di smartphone karena SHAREit tidak dirancang untuk itu. 
4. SHAREit berfungsi sebagai penghubung antara laptop dan smartphone untuk menyediakan file mp3 yang diputar di Smartphone 
5. Bluetooth smartphone berfungsi sebagai penghantar suara dari smartphone ke Bluetooth eksternal audio, selanjutnya diteruskan ke speaker aktif. 
Apabila anda tidak ingin menggunakan Bluetooth dan speaker aktif, maka bisa disambungkan dengan headset atau earphone. Mudah kan..? 
6. Selama mp3 diputar SHAREit pada laptop dan smartphone tetap on. Apabila SHAREit smartphone diminimize maka akan diminta izin penyambungan kembali. 

Demikian catatan Saya mengenai cara menjelejahi computer dengan smartphone tanpa kabel ini. Ada berbagai cara yang masih bisa dicoba tetapi tergantung kemauan dan juga spesifikasi alat-alat kita. Okey Kawan….sampai disini dulu. Tetap semangat menjalani hari-harimu dengan musik, karena musik selalu menginspirasi dan menyemangati…Sampai jumpa pada tulisan Saya selanjutnya... Owh ya..terima kasih atas kunjunganmu di Webblog sederhana ini, dan jangan lupa tinggalkan comentarmu di kolom disqus dibawah ini. Salam dari Desa !

Obrolan Inspiratif 3 orang Sarjana, Calon Sarjana Wajib Baca !!

Ada 3 orang sarjana (sebut saja A, B dan C) terlibat obrolan di sebuah kios milik Si B.

Sarjana A : Woe B, kenapa Kamu sudah jadi sarjana tetapi malah jaga kios? Kamu biarkan saja ijasah nganggur percuma? Kamu kuliah setengah mati, habiskan banyak biaya, terakhir Kamu jaga kios? Ah mendingan itu hari Kamu tidak usa kuliah.

Sarjana B : Aduh kawan, Ini juga kan kerja. Bisa menghasilkan, Bisa bantu orang tua kan? Kalau orang butuhkan sesuatu, itu kan saya bisa penuhi melalui kios ini. Mereka datang belanja, kebutuhannya terpenuhi.

Sarjana A. : Ia betul, Tapi itu kan bisa dilakukan oleh orang yang bukan sarjana. Kawan kuliah di FKIP, sarjana pendidikan, sarjana guru. Eh malah jaga kios. Kenapa tidak lamar mengajar di sekolah? Kan sarjanamu bisa berguna untuk majukan pendidikan.

Sarjana B : Mari kawan, lihat sesuatu di samping kios saya ini.
Sarjana A : Oh, jadi kawan buat Taman baca di sini ya?

Sarjana B : Yah seperti inilah saya jadi sarjana pendidikan menurut yang saya ingin lakukan untuk orang lain. Kios dan taman baca. Pemasukan dari kios per hari sekitar 500ribu. Besoknya saya pakai belanja 400ribu. Lima puluh ribu saya pakai kebutuhan. Lima puluh ribu saya simpan. Tiap akhir minggu saya setor ke rekening bank 350.000. Tiap akhir bulan saya tabung ke bank 1.200.000. Sisa 200.000 saya pakai untuk datangkan lagi buku bacaan untuk anak-anak. Jadi, akhir atau awal bulan, para pegawai, termasudahk PNS tunggu gaji, yang pasti  sudah kena potongan sana sini, saya malah pergi  simpan uang. Begitulah kawan. Lalu Kamu?

Sarjana A : Aduh kawan, biar bagaimanapun saya tidak mau ijasah saya ini nganggur. Saya masih berusaha adu nasib lamar ke beberapa kantor. Sekarang saya tunggu saja kalau ada orang buka lamaran, saya adu nasib kembali.

Sarjana C : (masuk dalam obrolan dan langsung bertanya ke sarjana A), “Terus kamu makan minum dan penuhi kebutuhan sehar-hari pakai uang dari mana?”

Sarjana A : Ya untuk sementara tinggal bersama dengan ortu dulu kan kawan, sambil ojek buat beli rokok. Kamu baik, begitu wisuda langsung dapat kerja. Itu ceriteranya bagaimana sehingga Kamu bisa nasib baik begitu? Pasti ada orang dalam kan? Memang, kalau ada orang dalam maka bisa begitu. Kalau kami yang tidak ada orang dalam, yah mau bagaimana lagi?
Sarjana C : Wah salah besar kawan. Saya justru malu kalau andalkan orang dalam. Nanti malah jadi bahan omongan dan kita kerja seperti sedang berutang budi pada orang lain. salah sedikit, kita punya harga diri langsung diinjak-injak. Kawan Kamu ingat kalau waku kita semester 4, Dosen minta kita bahkan sampai paksa kita untuk ikut kegiatannya di desa-desa , tentang pengabdian masyarakat itu ? Saya,, biark tidak dapatkan uang tetapi mau ikut dengan harapan mendapat pengalaman. Kamu lain pada tidak mau kan? Bilang gengsilah kalau harus kerja ini itu, bilang kamu sibuk belajarlah, bilang kamu tidak mau repot ini itu karena orang tua masih sanggup penuhi kebutuhanmu ini dan itu. Karenanya kamu acuh saja dengan ajakan Dosen itu. Kalau saya, justru terlibat kegiatan semacam itu, saya makin kenal banyak orang, makin pelajari dan tau peranan apa yang harus kita buat untuk orang lain. Saya memang tertantang untuk harus buat ini itu sesuai prosedur dalam rencana kegiatannya Dosen tadi. Saya berjuang untuk bisa lakukan. Hasilnya, semua orang melihat saya bisa, saya punya potensi. Ya, mulai semester 5 saya sudah terlibat banyak kegiatan kemasyarakatan. Maka saat jadi sarjana, orang datang menjemput saya untuk bekerja. Mereka butuhkan saya. Oh ya, lau di mana temanmu si D? dia sudah kerja di mana sekarang?

Sarjana A : Aduh dia sekarang gembel. Dulu dia berbicara tinggi bahwa setelah wisuda dia langsung masuk tenaga honor di kantor bupati karena bapanya dekat dengan Bupati. Sekarang, bapanya malah suruh dia harus berusaha sendiri cari kerja dan tidak andalkan nama bapaknya, karena bapaknya tidak mau korupsi, kolusi dan nepotisme. Orang tua model apa begitu? Tidak rugi ya kalau sudah keluarkan banyak uang untuk biayai anak tetapi setelah itu biarkan anaknya gembel begitu?

Sarjana B : Oh ya, pernah saya ketemu bapaknya di perkantoranan dan saya tanya tentang teman kita D itu. Bapanya bilang, kalau sudah sarjana, harus pake otak sarjana itu untuk punya hidup. Bukan masih bergantung pada orang tua. Aduh bapanya punya prinsip agak lain. Bapanya bilang bahwa hubungan keuangan putus pada saat selesai ujian skripsi dan diumumkan lulus jadi sarjana.

Sarjana A : Pantas,.. saat wisuda, dia tidak bisa berbuat apa-apa, tidak buat acara biar kecil saja atau apa, karena dia bilang tidak ada uang. Bilangnya orang tua sudah tidak kirim uang lagi pada saat ujian skripsi. Aduh orang tua model apa macam begitu? Kalau saya punya bapak begitu, saya sudah berkelahi dengan dia.

Sarjana C : Pernah juga saya bertemu bapanya di atas kapal. Bapanya minta kalau ada kegiatan kemasyarakatan,tolong ajak dengan si D supaya ia bisa ada pengalaman. Kalau ada rejeki dapat uang kan dia bisa beli pulsa sendiri atau beli bensin sendiri untuk isi motor. Bapanya mengeluh karena tiap hari dia minta uang beli pulsa, beli bensin. Bapanya bilang, kalau suda dikasi motor, kenapa tidak berpikir untuk motor itu bisa membiayai dirinya sendiri? Memang bapanya punya prinsip agak lain.

Sarjana B: Oh ya, saya juga kaget dengan prinsip dari Ibunya si E. Waktu Ibunya datang belanja di sini, saya bertanya tentang teman kita E, sudah dapat kerja di mana atau sedang kerja apa. Aduh Ibunya bilang sekarang si E merajuk dengan bapaknya dan tidak mau cari kerja. Soalnya dia minta bapanya bantu cari sekolah atau antar dia ke sekolah-sekolah untuk cari tempat mengajar tetapi Bapaknya suruh dia harus pergi sendiri, omong sendiri, lobi sendiri. pake otak sarjana untuk urus cari kerja sendiri. Tapi dia bilang dia malu dan tidak bisa omong. Maklum anak perempuan.
Sarjana A. Aduh.. itu lagi. Ada orang tua model apa begitu? Mereka tidak rasa rugi sudah buang banyak uang untuk biaya kuliah?

Sarjana B : Saya waktu belanja di toko beberapa hari lalu, itu Ako (Pengusaha Cina) bertanya kepada Saya, sekarang sudah kerja di mana, saya jawab bisnis mandiri begini saja. Lalu Ako mulai cerita panjang tentang mereka. Menurut penuturannya, sewaktu masih SMP, mereka sudah tercatat sebagai karyawan dalam rumah. Mereka digaji seperti karyawan toko yang lain. Jadi, mereka sudah harus bekerja sambil sekolah, meskipun kerja dalam rumah sendiri. Itu makannya sangat jarang kita lihat anak-anak cina keluyuran setelah jam sekolah, bukan seperti kita yang miskin melarat begini. Padahal mereka ganti baju seragam dan langsung paraf daftar hadir kerja, lalu mulai terlibat kerja dengan karyawan toko yang lain.

Sarjana C : Yah begitulah tuntutan jadi sarjana sekarang. Waktu kita masih kuliah, masih jadi mahasiswa, kita sudah berkoar-koar, demo persalahkan orang ini dan itu. Sekarang sudah jadi sarjana, orang akan balik bertanya kita, "Pak sarjana, bisa buat apa ? "
Setelah mengikuti obrolan ini, Segera Rencanakan dan Lakukan Langkah awalmu agar tidak bimbang saat engkau lulus nanti. Semoga obrolani ini mampu menjadi inspirasi kepada kawan-kawan yang masih berjuang di bangku pendidikan. Salam Sukses Kawan …

Tradisi Bersirih : Candu yang Layak Diwariskan

Indonesia adalah sebuah Negara besar yang memiliki berbagai macam kebudayaan. Daerah yang satu dengan daerah yang lain punya kebudayaan dan istiadat yang berbeda pula , tentang makanan, pakaian, atau apa saja . Salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh masyrakat Indonesia adalah makan sirih dan pinang (Bersirih).

Tradisi bersirih tidak diketahui secara pasti berasal dari mana. Dari cerita-cerita sastra, Tradisi bersirih berasal dari India. Namun, selain dari India, sirih telah dikenal oleh masyarakat Asia Tenggara, termasuk Malaysia, dan kemudian tradisi ini menyebar ke Indonesia. Bukti Arkeologi bersirih tertua ditemukan di Gua Roh, Thailand.

Kebiasaan makan sirih sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat Indonesia. Kebiasaan makan sirih pertama kali telah dilakukan lebih dari 3000 tahun yang lampau atau pada zaman Neolitik, hingga saat ini. Ada juga catatan para musafir Tiongkok yang mengungkapkan bahwa sirih dan pinang sudah dikonsumsi sejak dua abad sebelum Masehi.

Sirih biasanya dimamah dicampur dengan pinang dan kapur , tapi bukan sembarang kapur loh. Lalu ada juga yang mencampurnya dengan tembakau.

Makan sirih dan pinang (bersirih) sama halnya dengan kebiasaan minum kopi, teh atau mengisap rokok, yang semakin lama akan menjadi candu bagi pemakainya. Pecandu rokok dan kopi bisa membeli di warung yang tersedia, tapi bagaimana dengan mereka yang mencandu sirih? Hemp… dan untuk mengatasi itu, biasanya mereka membawa perlengkapan dalam suatu tempat yang dapat terbuat dari anyaman daun lontar, rotan, kaleng, tas pinggang, dan lain-lain. Semua perlengkapan dimasukkan kedalam wadah tersebut berupa daun sirih, pinang yang sebagian sudah di belah, kapur, serta tembakau. Hal tersebut telah menjadi kebiasaan yang berkembang di masyarakat Indonesia pada umumnya dan secara khusus di kabupaten Lembata dan di desa tempat tinggal Saya (Desa Lolong). Mulai dari kota sampai ke daerah pedalaman sudah banyak Saya temui para pecandu sirih, dan kebanyakan dari generasi tua. masyarakat biasa sampai para pejabat pemerintahan, yang tua dan yang tak ketinggalan ada generasi muda mengemari ini. Kalau pecandu rokok selalu mengantongi bungkus rokok di saku celananya, maka pecandu sirih mengantongi peralatan menginang di saku tasnya.

Pada mulanya setiap orang yang menginang (makan sirih dan pinang) hanya untuk penyedap mulut. Kebiasaan ini kemudian berlanjut menjadi kesenangan dan terasa nikmat sehingga sulit untuk dilepaskan. Kebiasaan menginang di samping untuk kenikmatan juga berfungsi sebagai obat untuk merawat gigi, terutama agar gigi tidak rusak atau berlubang. Sejalan dengan perkembangannya , Kebiasaan-kebiasaan memamah sirih pinang yang awalnya hanya sebagai penyedap mulut, lalu mulai bergeser manfaatnya sebagai berikut :

1.Hidangan Penghormatan

Hal ini tergambar dalam kebiasaan-kebiasaan menginang bersama, hidangan penghormatan untuk tamu, hidangan atau sarana pengantar bicara dan lain-lain. Kebiasaan ini terjadi dalam masyarakat dahulu hingga sampai saat ini pada masyarakat kota dan pedalaman tidak meninggalkan budaya ini dalam kehidupan mereka.Yah,,,seperti di daerah tempat tinggal Saya sekarang.

2.Acara-acara Adat

Dalam upacara-upacara adat juga sirih pinang tidak bisa ditinggalkan dalam kehidupan masyarakatnya. Misalnya dalam upacara adat Tunu kwaru nuja (makan jagung muda) di desa Saya , selalu ada sirih pinang yang dimamah lalu dioleskan pada dahi orang-orang yang ikut dalam acara itu, dan dan dalam waktu-waktu lainnya. sirih pinang juga selalu ada pada setiap upacara sesaji yang diberikan bagi arwah-arwah nenek moyang .

3.Acara Pertunangan/Perkawinan

Sebelum perkawinan ada tahap yang harus dilalui, yang melibatkan rumpun keluarga terkait. Dalam acara itu akan dilakukan pembicaaan adat yang didahui dengan suguhan sirih dan pinang kepada para pembicara. Ini merupakan waktu-waktu yang special untuk makan sirih dan pinang secara bersama-sama. Begitu juga pada saat perkawinan tiba, hal tersebut merupakan makanan wajib yang harus ada disiapkan untuk para tamu. Seandainya tidak ada maka ada perasaan yang kurang puas dalam hati dari yang punya acara/kegiatan.

So....bagimana di daerahmu kawan..? Apakah tradisi ini masih ada ? atau mungkin saja telah tenggelam digilas roda perubahan..? tulis komentarmu di kolom disqus yahh…

Sejarah Desa Lolong

Desa Lolong adalah sebuah Desa yang terletak di Kecamatan Nagawutung Kabupaten Lembata Propinsi Nusa Tenggara Timur. 
Desa Lolong yang disebut sekarang pada mulanya adalah sebuah Kampung kecil yang terbentang di lereng Nogo Gunung yang dikenal dengan nama Kampung Labanawo. Disana tinggallah orang – orang dari suku dan asal yang berbeda – beda . Menurut sejarah asal usulnya, ada 7 (Tujuh) suku yang tinggal dan menetap di Kampung Labanawo ini, yaitu :
  1. Suku Lama Lele / Lele.
  2. Suku Ria Geraj / Geraj.
  3. Suku Lewugolok / Blolong A.
  4. Suku Dorokone / Blolong B.
  5. Suku Atapune / Punang.
  6. Suku Lamajawa /Jawang. 
  7. Suku Wungasura / Sura  
  8. Ilustrasi Sejarah     Source : www.pixabay.com
Pada masa itu Kampung Labanawo dipimpin oleh Kepala Kampung,yaitu Bapak Fransiskus Balik Blolong dan setelah itu digantikan oleh Bapak Yoseph Sinu Blolong.

Pada tahun 1968 Kampung Labanawo resmi bergabung dengan Desa Pasir Putih (Mingar). seiring dengan pembentukan Desa Gaya Baru, sejak saat itu nama Kampung Labanawo diganti dengan “Lewoblolong” dan menjadi wilayah bagian dari Pemerintahan Desa Pasir Putih, yakni “Dusun D - Lewoblolong” selama 32 (tiga puluh dua) tahun lamanya.

Sejak tahun 1993 Dusun D - Lewoblolong yang merupakan bagian dari wilayah Pemerintahan Desa Pasir Putih dipersiapkan untuk menjadi Desa Definitif dengan nama “Desa Persiapan Lolong”. Selama kurun waktu 7(Tujuh) tahun persiapan untuk menjadi Desa Definitif, terus dilakukan pembenahan baik oleh Aparat Pemerintah Desa Pasir Putih dan juga masyarakat Dusun "D" Lewoblolong itu sendiri. Akhirnya pada tanggal 08 Maret 2000 Desa Persiapan Lewoblolong berubah status menjadi Desa Definitif dengan Nama Desa Lolong , dan berturut – turut Desa Lolong dipimpin oleh kepala Desa sebagai berikut :
  1. Periode 2000 - 2002 : Gaspar Demon Blolong
  2. Periode 2002 – 2007 : Kamilus Bala Blolong
  3. Periode 2007-2013 : Konstantinus Kia
  4. Periode 2013 sampai Sekarang : Konstantinus Kia

Situs Wisata Kampung Lama Lewu Golok

Situs Kampung Lama Lewu Golok dimiliki oleh suku Lewu Golok (Blolong B) dan terdapat di desa Lolong, kecamatan Nagawutung. Terletak di daerah perbukitan arah utara desa Lolong dengan jarak dari pusat desa kira-kira 3km dan waktu tempuh dengan berjalan kaki kira-kira 1,5 jam. Situs ini memiliki 3 (tiga) buah bangunan rumah adat yang semuanya berbentuk rumah panggung dengan fungsi dan ukuran yang berbeda, yakni :

1. Rumah Adat Una Kedak

sebagai tempat pelaksanaan ritual adat. Bangunan ini berdinding dengan ukuran kira-kira 6 x 4m² itu memiliki 4 (empat) tiang utama dan 1 (satu) pintu masuk. Seluruh bagian bangunannya terbuat dari bahan lokal seperti kayu,rumput alang-alang dan bambu. Di dalam rumah adat tersimpan beberapa benda cagar budaya, seperti Nowi, Kremo (sarung adat), Deko, Labur,, samurai/Blida yang digunakan nenek moyang sebagai alat garis batas tanah dengan suku Lama Lele, tombak, parang, wadah berisi Wurek (kerikil leluhur), dan Kuje kela (periuk tanah). Tampak semua benda cagar budaya itu masih asli dan terjaga dengan baik.

2. Rumah adat Koker

sebagai tempat penyimpanan Ata Kore Maguja (tulang tengkorak leluhur). Rumah koker tanpa dinding dengan ukuran kira-kira 4 x 2 m² ini memiliki 4 tiang utama langsung menyangga atap. Seluruh bagian bangunannya terbuat dari bahan lokal seperti kayu, bambu dan daun kelapa. Dalam koker tersimpan dengan sangat rapih 62 (enam puluh dua) buah tulang tengkorak manusia leluhur, yang sudah dipisahkan sesuai jenis kelamin, dengan rincian 37 (tiga puluh tujuh) buah tengkorak laki-laki dan 25 (dua puluh lima) buah tengkorak perempuan. 
Rumah adat Koker     Foto : Dion Oldani
  3. Rumah adat Weta (lumbung).

merupakan tempat penyimpanan hasil panen. Bangunan berdinding dengan ukuran kira-kira 5 x 3m² itu memiliki 4 tiang utama dan 1 pintu masuk. Seluruh bagiannya terbuat dari bahan lokal seperti kayu, bambu dan daun kelapa. Benda cagar budaya yang tersimpan di dalamnya yakni Tikar Tua dan Sebuah Lesung. Berikut ceritanya.
Tikar tua (Osa) dari anyaman daun lontar dan berukuran kira-kira 5 x 3m² berfungsi sebagai tempat meletakkan hasil panen pada saat ritual syukuran dan selanjutnya disimpan ke dalam weta (lumbung). Menurut nara sumber, benda ini berasal dari suku Berani Ona di desa Wuakerong kecamatan Nagawutung yang pada waktu itu digunakan sebagai balasan mas kawin (Oi Wera).
Sebuah lesung panjang berukuran kira-kira 1,5m x 0,5m dan sebatang alu, yang diyakini sebagai perahu dan pendayung yang digunakan nenek moyang mereka untuk menyeberang dari Lewotobi (Flores Timur) ke Lewo Golok.

Penulis : Dion Oldani (www.lewugolok.blogspot.co.id)

Music Remix Sedang Hits di Kampung

Saya tinggal di desa yang belum menikmati listrik selama 24 jam. Saat soreh hari waktu listrik mulai mengaliri rumah-rumah warga, saat itu juga musik-musik mulai terdengar dari rumah penduduk yang diputar dengan pengeras audio. Saya heran akan music yang dominan menjadi teman minum soreh mereka adalah musik remix. Tak habis disitu, hanphone anak muda yang mangkal depan tempat usaha Saya juga selalu selalu memunculkan suara music mp3 dari berbagai genre yang telah diremix. Tambah lagi saat acara syukuran warga yang biasa diisi dengan berjoget, music remix selalu diputar paling sering dari music atau lagu aslinya. 
Ilustrasi Musik
Musik remix adalah suatu bentuk musik alternatif yang telah diubah ke bentuk lain berbeda genre tapi masih tetap dalam satu rangkaian nada. biasanya dengan memasukan unsur electronik musiknya kedalam lagu itu. Misalnya music aslinya adalah pop diubah menjadi disco ataupun dangdut, tetapi tidak menghilangkan music aslinya.

Musik remix dapat disebut music techno karena menggunakan tema futuristic (terarah). Musik ini tidak dimainkan dengan alat musik tradisional seperti Gendang, Gitar, dan lain-lain. Dia menggunakan alat musik Digital seperti Dj Maker yang biasa dipakai untuk me-remix musik yang sudah ada menjadi musik yang bertema Futuristik.
Dalam perkembangannya, alat untuk membuat music remix seperti DJ maker telah diprogram dan dapat dipasang pada laptop sehingga para pembuat music remix (remixer) tidak harus memiliki alat itu yang harganya lumayan tinggi. Kemudahan inilah yang membuat banyak remixer mulai bermunculan .
“Itu Om..,kami download di youtube”. Ujar salah seorang anak muda yang asyik mendengarkan musik dari handphone saat Saya menanyakan asal music mp3 yang sedang mereka nikmati. Saya lanjut bertanya, “ lagu remix siapa yang sedang kita dengar ?”. “Owh itu, Mr. X warga kampung sebelah tuh. Kita punya anak-anak juga ada yang sudah bisa buat music remix Om”, Dia membalas.

Di desa kami, sudah ada 3 orang yang sudah membuat music remix menggunakan aplikasi computer. Lagu-lagu remix mereka sering diputar anak-anak muda. Menurut Saya, music mereka kurang berfariasi. Bahan dalam music remix mereka pun banyak mencontoh music remix yang sudah ada. Itu yang membuat music remix mereka tak langsung bersahabat dengan Saya, begitu seorang memutar mp3 yang remixernya adalah anak kampung kami.

Penjelasan Lambang LG (Lolong Generation)

Sebuah lambang yang terlukis besar di depan tempat usaha Saya di Desa Lolong, Saya lukis tak sekedar untuk memperindah dinding depan tempat usaha Saya.  lambang ini merupakan sebuah konsep yang coba saya lukis untuk menyatukan beberapa hal positif yang Saya harapkan berkaitan dengan perkembangan dan tumbuh kembang generasi-generasi yang mendiami desa.
Wandy CENTRAL (Cell & Store at Lolong)
Mengambil konsep kompas dan berdasarkan fenomena globalisasi, Saya coba menuangkan nya dalam sebuah lambang dan mempertegas tuntutan saya akan generasi penerus untuk ikut berpikir dan berlaku sesuai apa yang tersirat dalam lambang ini . Lambang ini Saya buat dengan berbagai pertimbangan yang telah Saya pikirkan sebelum mulai mendesain .
Lambang Lolong Generation Desain : Wandy Punang
Adapun bentuk, warna dan huruf yang ada , masing-masing memiliki maknanya . Akan saya jelaskan masing-masing dalam uraian dibawah ini.

Penjelasan Bentuk Lambang
  1. Bentuk huruf “L” yang berbentuk seperti jarum penunjuk mengandung arti Lolong. 
  2. Bentuk Huruf “G” yang melingkar hampir 180 derajat mengandung arti generasi. Generasi Lolong harus selalu menjadi penunjuk arah yang baik dalam era globalisasi. 
  3. Garis lingkar 180 derajat dan garis-garis penghubung berwarna kuning menunjukan tentang dunia dan era globalisasi.
  4. Bentuk mata kapak berwarna putih, dimaksudkan bahwa generasi lolong harus memilah setiap kebudayaan dan informasi yang masuk sebelum diterapkan dan disebarluaskan.
Penjelasan huruf yang ada dalam lambang.

Setiap huruf yang ada dalam lambang ini mengadopsi konsep kompas atau arah mata angin (Nort, East, South dan west) dantelah diterjemahkan kembali seperti ini.
  1. Huruf “N”. Huruf N dalam Lambang ini, maksudnya adalah tentang “Netral”. Generasi ini harus berani memposisikan diri dan bijak dalam hal keadilan. Tidak memihak dan berani menjelaskan keadaan yang sebenarnya sesuai fakta. Tanda ini juga menuntut Generasi Lolong untuk selalu menjadi penunjuk jalan dan informasi yang benar bagi orang lain. 
  2. Huruf “E”.  Huruf E” mengandung makna Evolution yang artinya Perubahan. Perkembangan dan perubahan yang terjadi harus segera ditanggapi oleh generasi tanpa harus melupakan adat istiadat setempat. Perubahan juga memaksa generasi Lolong untuk segera mengambil sikap. Huruf “E” juga mengandung makna edukasi (pendidikan).
  3. Huruf “S”. Huruf “ S” mengandung makna Strong yang artinya Kuat. Huruf ini menuntut Generasi Lolong untuk selalu kuat menghadapi perubahan zaman. Kekuatan yang Saya maksudkan disini adalah kekuatan bertahan dalam era globalisasi, kekuatan bekerja menciptakan perubahan, Kekuatan memilah kebudayaan yang masuk dan kekuatan berdiri di atas kaki sendiri. 
  4. Huruf “W” . Dalam lambang ini, huruf “W” diartikan sebagai War yang artinya perang. Genarasi Lolong dituntut untuk melakukan perlawanan terhadap diri sendiri dan juga ancaman dari pihak luar. Perang terhadap sifat negative diri sendiri dan yang dapat menghambat jalan menuju cita-cita pribadi dan cita-cita bersama. Generasi Lolong juga akan berperang melawan pihak-pihak yang mengancam persatuan dan kedamaian yang telah terjalin di tanah lolong.
Penjelasan Warna  
  1. Warna Hitam. Pada lambang ini, backround berwarna hitam yang merepresentasikan kekuatan, percaya diri, , keabadian, kemisteriusan, dan kecanggihan serta elegan .
  2. Warna Putih . Warna putih dalam lambang ini memberikan pengertian tentang keaslian, kemurnian, kesucian, tentang kesan ringan, kepolosan, dan kebersihan.
  3. Warna Merah. Warna merah terang dalam lambang ini menggambarkan kerasnya cita-cita atau keinginan yang harus dicapai oleh generasi lolong. Generasi ini harus bersemangat, enerjik, dinamis, komunikatif, aktif, selalu gembira, dan harus mencapai kemakmuran.
  4. Warna Kuning. Warna kuning dalam lambang ini mempunyai makna kekeluargaan, persahabatan, keleluasaan, santai, spontanitas, sosial, toleran, rasa ingin tahu, hingga cita-cita, optimisme, kepercayaan diri, harga diri, kekuatan emosional, keramahan, kreativitas, imajinatif, masa muda, kedermawanan, dan semangat yang tinggi.
Demikian penjelasan lambang Lolong Generation yang telah Saya desain sebagai output dari hobby dalam hal mendesain. Semoga kawan pembaca blog ini dapat memberikan masukan sehingga kita sama-sama saling melengkapi. Salam hormat kawan.

Analisis Komunikasi Pemasaran Dalam Facebook Page-Resume Skripsi

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin berkembangnya facebook page dalam situs facebook. Banyak pemilik facebook page mulai memperkenalkan produk-produk baru dengan fitur facebook page. Mulai dari toko online milik perorangan, perusahaan besar, UKM, bahkan pebisnis amatir pun mulai mengembangkan facebook page miliknya dalam facebook. Perusahaan menyampaikan pesan dengan bentuk komunikasi yang berfariasi, dengan tujuan dan maksud yang berbeda dari setiap pesan yang dikirimkan oleh perusahaan dalam facebook page. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas komunikasi pemasaran yang terjadi antara perusahaan dan konsumen yang terdapat dalam facebook page baju batik tulis.
Screenshoot Resume Skripsi
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi terstruktur dilakukan dalam dinding (wall) facebook page baju batik tulis, dimulai dari 3 bulan terbaru saat penelitian ini dilakukan. Wawancara dilakukan kepada 20 orang responden fans baju batik tulis sebagai penguat data observasi. Teknik dokumentasi digunakan untuk mengambil dokumen yang tersimpan dalam Uniform Resource Locator (URL) facebook page baju batik tulis.

Penelitian ini menemukan bahwa, bauran komunikasi pemasaran , diterapkan oleh pemilik dalam facebook page, dan menggunakan strategi yang beragam. Bauran komunikasi pemasaran yang dimaksud adalah periklanan (Advertising), penjulan perorangan (Personal Selling), promosi penjualan (sales promotion), publisitas (public relation), serta pemasaran langsung (direct marketing).

Kata Kunci : Komunikasi, Pemasaran, Facebook page.

Skripsi ini tersimpan di Perpustakaan Kampus Universitas Hang Tuah Surabaya dan juga di Perpustkaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universtas Hang Tuah. Apabila kawan membutuhkan penelitian ini sebagai penelitian terdahulu, kawan dapat berkunjung kesana. Semoga penelitian yang tertuang dalam skripsi itu dapat membantu Kawan dalam mencari referensi. Salam sukses dalam penelitiannya dan semakin majulah dunia pendidikan Indonesia.

Manfaat Air Ludah Menurut Kepercayaan Katolik-Sebuah Refleksi

Kami berangkat Ke Gereja Paroki Ratu Pencinta Damai Surabaya mengikuti Misa Hari Minggu Prapaskah ke –IV tahun 2017. Misa diadakan pada Sabtu soreh hari. Yah…pada hari sabtu soreh seperti kebiasaan pada gereja di kota-kota lain. Gereja tidak terlalu penuh sebagaimana biasanya seperti pada hari-hari sabtu sebelumnya. Di gereja paroki ini umat yang datang misa lebih banyak pada hari Minggu. Keadaan gereja yang belum penuh itu membuat Saya bebas memilih tempat duduk, dan kebetulan empat deret dari depan sebuah bangku masih kosong. Saya bersama saudari Saya Maria (48) menempati bangku kosong itu.
Yesus Menyembuhkan Mata Orang Buta   Source : www.sangsabda.wordpress.com
Kami memulai misa dengan mendengarkan katakese yang dibacakan oleh petugas. Kali ini katakese bertemakan Pembaptisan. Misa saya ikuti dengan seksama sampai kepada pada bagian liturgi sabda. Bacaan pertama, kedua, serta Injil yang pada hari ini menceritakan tentang Yesus menyembuhkan orang buta dengan cara mencampur air ludah dengan tanah.Semuanya tidak terlewat dari perhatian Saya.

Saya terpikat pada kalimat Injil “ Maka Ia meludah ke Tanah dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah , lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi dan berkata kepadanya Pergilah, basuhlah dirimu di kolam Siloam”………..lalu ia kembali dengan mata yang sudah melek.

Pada bagian homili Saya memperhatikan kotbahnya Romo tapi dalam benak , saya sedang merefleksikan cara yesus ini yakni menggunakan ludah untuk menyembuhkan mata orang buta.

Di daerah Saya, Desa Lolong Kabupaten Lembata, salah satu cara yang biasa dilakukan masyarakat untuk menyembuhkan sakitnya setelah penanganan medis tak dapat membantu adalah dengan mengunjungi Dukun. Saya sendiri pernah dibawa oleh orang tua Saya ke dukun dan bahkan saya sendiri pernah meminta bantuan dukun dalam membantu problem kesehatan Saya. Para dukun dalam memberikan ramuan obat kepada pasien selalu menggunakan berbagai cara. Ada yang mencampurkan ramuan ke dalam air, dan ada yang mengunyah ramuan itu lalu mengoleskan pada tubuh pasien.

Menurut saya cara para dukun menyembuhkan sakit Saya sama seperti Cara Yesus menggunakan ludah dan tanah untuk menyembuhkan mata orang buta. terlepas dari mantra yang mungkin saja digunakan dukun, tapi bagi saya pengobatan yang dilakukan dukun itu Saya anggap seperti perbuatan Yesus. Sama-sama ada campuran ludah.

Saya mempercayai bahwa cara Yesus mengobati saya melalui tangan para dukun. Yesus mencampur ludah dengan tanah untuk menyembuhkan orang buta, sedangkan Dukun mencampur ludah dengan ramuan untuk menyembuhkan Saya. Sebuah cara pengobatan yang sama. Air ludah dukun dalam ramuan yang dioleskan pada tubuh Saya, Saya refleksikan sebagai air ludah Yesus. Yesus hadir membantu penyembuhan Saya melalui tangan dukun.
Back To Top